Foto Bareng Merry Riana

(Jakarta, April 2014)

Saya sangat suka dengan motivasi, baik membaca buku maupun menghadiri seminar. Pada tahun 2014 sedang booming nya seorang wanita muda yang sukses mencetak penghasilan satu juta dolar. Yup,  siapa lagi kalau bukan Merry Riana. Saya sudah lumayan tahu tentang mengenai Merry Riana dan mengikuti ceritanya, beruntung saya mendapat info tentang launching buku barunya berjudul ‘Langkah Sejuta Suluh’ yang diadakan di toko buku Gramedia Mall Central Park. Karena lokasinya sangat dekat dengan tempat tinggal saya, saya pun dengan semangat menghadiri acara ini untuk bertemu Merry Riana. Singkat cerita, kesan pertama saya bertemu Merry Riana sangat memuaskan, saya bisa merasakan energi positif yang dipancarkan oleh beliau, senang bisa mendapat sharing inspirasi dan motivasi secara langsung di acara tersebut. Setelah acara selesai, pengunjung yang telah membeli buku baru pun diberi kesempatan untuk mendapat tanda tangan dan foto bareng. Pesan dari Merry Riana buat saya : “Alvin, Pasti Bisa!”. 😀

img_20140426_163706

Jpeg

Jpeg

Menjadi Guest Star Di BINUSTV

(Jakarta, Juli 2014)

Kampus BINUS memiliki sebuah unit media broadcasting yang bernama BINUSTV. Pada saat itu saya baru saja lulus semester 6 perkuliahan dan sedang dalam masa libur. Saya mendapat kesempatan diundang menjadi pembicara di program Talkshow BINUSTV berjudul FACE 2 FACE dengan Topik Kota Pontianak.

Program ini di record secara off-air dan ditayangkan di hari berikutnya. Saya senang bisa mendapat pengalaman menjadi narasumber dan mengikuti proses recording di stasiun televisi. Sebenarnya si pembawa acara adalah adik kelas yang saya kenal baik, makanya saya dapat diajak untuk jadi narasumber hehehe. Program yang berdurasi 1 jam tersebut ketika direkam terasa sangat cepat sekali, ternyata kalau menjadi pembicara tidak terasa waktunya, apalagi kalau topik obrolannya sangat seru. 😀

Opening For Kangen Band Di Gebyar Sumpah Pemuda

(Pontianak, Oktober 2009)

Saya sangat memperingati dan selalu membangkitkan kesadaran akan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Bukan hanya karena Hari Sumpah Pemuda mengingatkan para pemuda Indonesia akan rasa nasionalisme, tetapi juga menjadi hari yang sangat berkesan bagi saya sewaktu SMA.

Pada waktu itu saya duduk di kelas XI semester ganjil. Untuk menyemarakkan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Pemerintah Kota Pontianak dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar  acara Gebyar Sumpah Pemuda dengan skala besar untuk pertama kalinya. Acara tersebut bertempat di Stadion Sepak Bola Sultan Syarif Abdurrahman (SSA), mendatangkan artis Kangen Band dan dihadiri oleh Gubernur dan Pejabat Kalimantan Barat.

Sekolah saya SMA Santu Petrus ditunjuk untuk mengisi festival band pelajar. Singkat cerita, teman saya yang ditugaskan sebagai PIC mengumpulkan orang untuk membentuk band, saya pun diajak untuk mengisi Lead Guitar. Kami berlatih sepulang sekolah di rumah salah satu teman yang punya alat musik lengkap. Latihan berjalan dengan sangat seru dan antusias karena ini merupakan pengalaman pertama kami untuk mengisi acara skala besar dan bisa bertemu langsung dengan Kangen Band. Kami semua sangat bersemangat untuk bisa “Rock the Stage”. \m/

Hari H pun tiba, saya sangat takjub sewaktu naik ke atas panggung karena lapangan stadion sepak bola itu benar-benar ramai dipenuhi oleh ribuan orang seperti lautan manusia. Sambil berdiri di atas panggung yang sangat besar, saya merekam baik-baik pemandangan pada malam itu agar tidak saya lupakan seumur hidup. Sekolah kami menjadi opening band untuk Kangen Band dan kami pun menampilkan lagu “Beraksi” dari grup Band Kotak. Setelah selesai perform, kami pun pulang dengan perasaan yang sangat puas apalagi setelah ditambah sambutan yang meriah dari penonton.
“We definitley Rock the Stage!!”. 😀 😀

foto-dengan-doddy-kangen-band

Note : Foto bersama Dodhy Gitaris Kangen Band sewaktu Check Sound

foto-dengan-izzy-kangen-band

Note : Foto bersama Izzy Keyboardist Kangen Band sewaktu Check Sound

N.B.: Sayang sewaktu perform tidak ada dokumentasinya. 😦

First Guitar Solo Performance

(Jakarta, September 2012)

Sejak berkuliah di BINUS Jakarta, saya tidak mendapatkan kesempatan untuk tampil gitar di atas panggung, dan akhirnya saya hanya bermain gitar di kamar saja. 😦 Sewaktu aktif terlibat dalam kegiatan kampus, saya sempat menjadi panitia untuk acara orientasi mahasiswa baru di BINUS Square. Karena acara tersebut tujuannya untuk mengakrabkan sesama mahasiswa baru yang tinggal bersama, maka diadakan malam keakraban berjudul “Hello University Life!” dimana panitia dan mahasiswa baru boleh menampilkan berbagai pertunjukan.

Melihat kesempatan itu, saya pun mengajukan diri untuk menantang diri saya tampil Solo Gitar. Saya sangat mengagumi gitaris yang bisa tampil di atas panggung dan bermain solo, sehingga ada keinginan untuk suatu hari bisa tampil solo gitar juga. Singkat cerita, saya pun latihan dengan keras dan disiplin agar dapat tampil dengan baik karena ini akan menjadi solo gitar pertama saya. Sewaktu latihan, saya suka tersendat di suatu bagian dan jadi terputus lagunya. Saya jadi merasa deg-degan apakah saya bisa memainkan lagu yang saya pilih dengan lancar dan tidak lupa-lupa pada hari H. Hanya ada dua pilihan yang bisa saya dapatkan dari tampil solo gitar ini, yaitu merasa malu karena tampil ga bagus atau merasa bangga karena berhasil. Saya pun tetap melanjutkan latihan dan berusaha berikan yang terbaik.

Hari H pun tiba, sepertinya Dewi Fortuna telah mendengar doa saya. Ditonton oleh teman-teman panitia dan mahasiswa baru, saya dapat tampil dengan sangat maksimal. Pokoknya saya kaget ternyata sewaktu tampil bisa jadi lancar banget dan mendapat sambutan yang sangat meriah. Saya benar-benar kagum dengan diri sendiri dan merasa sangat bersatu dengan gitar pada malam itu hahaha. Akhirnya saya berhasil menaklukkan tantangan bagi diri saya sendiri dan menambah checkpoint baru di perjalanan gitar saya. 🙂

Perform di HUT ke-60 Kunzhong

(Pontianak, Juni 2010)

Sekolah saya SMA Katolik Santu Petrus di Pontianak, Kalimantan Barat pada bulan Juni 2010 merayakan hari ulang tahunnya yang ke-60. Pada waktu itu saya sudah kelas XII dan tahun depan sudah akan menyelesaikan masa sekolah. Untuk meramaikan acara HUT yang diadakan, bruder di sekolah saya pun membentuk band untuk mengisi penampilan musik. Band yang terdiri dari 4 orang tersebut personilnya adalah para guru dan sedangkan saya adalah satu-satunya murid. Kami pun latihan tiap sore sampai malam menjelang hari H menyiapkan lagu yang akan ditampilkan. Pengalaman ngeband bersama bruder ini menjadi salah satu hal yang paling berkesan bagi saya semasa SMA. Saya merasa sangat senang dan bangga karena dari semua murid yang ada, saya bisa dipilih oleh bruder untuk menjadi personil gitaris band nya. Saya merasa perjalanan gitar semasa sekolah saya ditutup dengan indah oleh kesempatan ini. Dalam kesempatan itu saya bisa memberikan bakat saya untuk menghibur penonton dan berkontribusi kepada sekolah. Singkat cerita, pada hari H kami pun perform dengan sangat semangat dan puas banget deh pokoknya. Setelah itu kami pun bernarsis ria hahaha.

me-bruder-dirgahayu-kunzhong-60

Note : Me & bruder at backstage (double white guitar)

our-band-3-dirgahayu-kunzhong-60

Note : Complete Band Personnel